Artikel · 07
Android kini memeriksa siapa pembuat aplikasi Anda, dimulai dari Indonesia
Mobile14 Oktober 2026· 4 menit baca

Sejak 30 September, ponsel Android bersertifikat di Indonesia menerapkan verifikasi pengembang dari Google. Siapa pun yang merilis aplikasi Android untuk pengguna Indonesia perlu memeriksa registrasinya sekarang.
Verifikasi pengembang Android dari Google mulai berlaku pada 30 September 2026 di empat pasar awal: Brasil, Indonesia, Singapura, dan Thailand. Pada perangkat bersertifikat di sana, aplikasi kini harus terhubung dengan pengembang yang telah mendaftarkan identitasnya ke Google dan mengklaim nama paket aplikasinya. Panduan resmi Google menyebut persyaratan ini akan diperluas ke semua perangkat Android bersertifikat pada 2027.
Cakupannya lebih luas daripada Google Play. Menurut pemberitaan tentang peluncurannya, fase penerapan pertama mencakup instalasi dari Google Play dan toko aplikasi milik Samsung, Xiaomi, Honor, OPPO, vivo, dan Transsion, dan Google menyatakan kemampuan ini nantinya akan diperluas ke toko pihak ketiga lainnya. Penerapannya berlaku untuk memasang dan memperbarui aplikasi, bukan untuk aplikasi yang sudah ada di ponsel.
Sideloading tidak dilarang. Google menyatakan alur ADB yang dipakai pengembang tidak berubah, dan menambahkan advanced flow untuk memasang aplikasi dari pengembang yang belum terdaftar dengan pengaman tambahan, yang menurut laporan melibatkan mode pengembang, restart, dan masa tunggu sekitar satu hari. Akun distribusi terbatas ditujukan untuk berbagi skala kecil, misalnya perangkat kelas atau keluarga.
Kebijakan ini diperdebatkan. Kampanye Keep Android Open, yang didukung lebih dari 70 organisasi, berpendapat aturan ini memberi satu perusahaan kendali atas perangkat lunak yang boleh berjalan di Android dan meminta Google menariknya. Sikap Google adalah bahwa verifikasi mempersulit pembuat malware muncul kembali dengan nama baru.
Bagi agensi dan tim produk, daftar tindakannya singkat: pastikan akun pengembang Anda terverifikasi, daftarkan setiap nama paket yang dirilis, periksa status Developer ID tiap aplikasi, dan uji perilaku instalasi APK unduhan langsung atau APK internal perusahaan di perangkat Indonesia yang nyata sebelum klien melaporkannya.
Ringkasan didasarkan pada pemberitaan publik per Oktober 2026. Rencana produk dan standar dapat berubah.